Tampilkan postingan dengan label Dept.Litbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dept.Litbang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2009

KAPITAL

Oleh: Mansyah(manusia biasa)

Dalam kehidupan secara ekonomi kapital menjadi modal dasar. Diseluruh Negara manapun capital memiliki peranan sentral untuk menjalankan roda ekonomi. Namun pernahkah kita berpikir apakah sebenarnya kapital itu?
Kapital didalam kamus ilmiah adalah utama atau inti (seperti kata capital city yang berarti kota yang utama). kapital dalam pengertian ekonomi sering di identikkan dengan modal. Mengutip dari pengertian modal dalam situs internet Wikipedia.com;
“Modal memiliki banyak arti yang berhubungan dalam ekonomi, finansial, dan akunting. Dalam finansial dan akunting, modal biasanya menunjuk kepada kekayaan finansial, terutama dalam penggunaan awal atau menjaga kelanjutan bisnis. Awalnya, dianggap bahwa modal lainnya, misal modal fisik, dapat dicapai dengan uang atau modal finansial. Jadi di bawah kata modal berarti cara produksi”1
Namun secara umum dalam pengertian ini kata kapital seakan-akan di sejajarkan dengan uang, sedangkan uang dalam pengertiannya merupakan alat untuk mengukur kekayaan dan digunakan untuk kegiatan ekonomi yaitu transaksi. Artinya terdapat pergeseran makna dari kata kapital itu sendiri yaitu, kapital menjadi modal dan selanjutnya menjadi uang. Hal tersebut terlihat mengaburkan pengertian kapital itu sendiri.
Dalam bahasa latin abad pertengahan, kata kapital (capital) diartikan sebagai seekor sapi atau hewan ternak yang merupakan sumber kekayaan penting saat itu2. Selain biaya perawatannya rendah, mudah digerakkan, diukur maupun di hitung, hewan ternak mampu memberikan biaya tambahan atau nilai tambah, dengan memanfaatkan untuk industri lain seperti, susu, wol, dan daging. Selain itu Hewan ternak juga bisa mereproduksi sendiri. Dengan demikian istilah kapital berawal dari melakukan dua pekerjaan secara bersamaan, yaitu menangkap dimensi fisik dan aset-aset (seperti hewan ternak) sebagaimana potensi mereka yang bermanfaat bagi manusia dan untuk menghasilkan nilai tambah bagi manusia itu sendiri.

Referensi:
1.http://id.wikipedia.org/wiki/kapital
2.De Soto. Hernando, The Mystery Of Capital “Rahasia Kejayaan Kapitalisme Barat” Terjemahan bahasa Indonesia dari judul aslinya The Mystery Of Kapital “Why Capitalism Triumphs The West And Falls Everywhere Else” Qalam, April 2006

Jumat, 24 April 2009

Malukah kita jadi orang Indonesia???

“Langit akhlak rubuh, diatas negeriku berserak serak
hukum tak tegang doyong berderak derak
berjalan di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh tun Razak
berjalan aku di Dam Cham Elyees dan Mesopotamia
di sela khalayak di belakang hitam kaca mata
dan ku benamkan topi baret di kepala
malu aku jadi orang Indonesia”
(karya: Taufiq Ismail)


Sepotong puisi Taufik Ismail, seorang sastrawan angkatan 66 yang mempunyai pengaruh cukup popular dalam masyarakat, mengapa ia malu menjadi orang Indonesia?
Orang yang popular dan cerdas juga bisa malu jadi orang Indonesia. Apakah kita juga akan malu? Kita belum tahu mengapa beliau membuat puisi seperti yang tersirat di atas. Posisinya yang cukup unggul di era orde baru , mungkin juga menimbulkan suatu penyesalan tersendiri. Selain itu ketidakjelasan arah gerak reformasi juga melatarbelakangi puisi tersebut.
Puisi diatas mengajak kita merenungi eksistensi diri di tengah reformasi. Walaupun beliau mempunyai alasan yang kuat dalam mengungkapkan mengapa ia malu jadi orang Indonesia, tetap saja tidak sepenuhnya dipergunakan sebagai acuan lengkap tentang situasi tertentuyang diungkapkan. Itu dulu, saat zaman reformasi. Indonesia sekarang sud h lebih maju dari pada yang dulu.
Kita sebagai generasi penerus bangsa kenapa mesti malu. Maju-tidaknya, Indonesia tergantung kita. Kita punya banyak sumber daya alam, punya objek wisata nan indah. Kita punya keanekaragaman budaya dari Sabang sampai Merauke. Tinggal bagaimana kita mengelola dengan sebaik-baiknya.

By; Mie_NdUtz